Rabu, 17 Juli 2013

Kutipan Novel Rantau 1 Muara



Sebelum membahas mengenai kutipan-kutipan yang memotivasi dari novel Rantau 1 Muara ini, aku ingin menulis sebuah syair dari Imam Syafii (767-820 M) yang ada di halaman depan novel Rantau 1 Muara ini.

"Biarkanlah hari terus berlari
Tetaplah jadi manusia mulia, apa pun yang terjadi
Janganlah galau dengan tiap kejadian sehari-hari
Karena tak ada yang abadi, semua kan datang dan pergi
Jadilah pemberani melawan rasa takutmu sendiri
Karena lapang dan tulus adalah dirimu sejati 
Janganlah pandang hina musuhmu
Karena jika ia menghinamu, itu ujian tersendiri bagimu
Takkan abadi segala suka serta lara
Takkan kekal segala sengsara serta sejahtera

Merantaulah. Gapailah setinggi-tingginya impianmu
Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu
Melipur duka dan memulai penghidupan baru
Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji,
Serta meluaskan ilmu."


Berikut kutipan-kutipan yang tersebar seantero novel Rantau 1 Muara ini, yang tentunya memotivasi dan juga mampu memberikan manfaat buat kita yang membacanya. 
  1. "Man saara ala darbi washala." (Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan).
  2. "Tentulah aku beruntung. Seandainya dia tahu dan merasakan bagaimana aku mengorbankan kenikmatan-kenikmatan sesaat untuk bisa sampai "beruntung". Berapa ratus malam sepi yang aku habiskan sampai dini hari untuk mengasah kemampuanku, belajar, membaca, menulis, dan berlatih tanpa henti. Melebihkan usaha di atas rata-rata orang lain agar aku bisa meningkatkan harkat diriku."
  3. "Jika kau bukan anak raja juga bukan anak ulama besar, maka menulislah." (Imam Al-Ghazali).
  4. "Jangan gampang terbuai keamanan dan kemapanan. Hidup itu kadang perlu beradu, bergejolak, bergesekan. Dari gesekan dan kesulitanlah, sebuah pribadi akan terbentuk matang. Banyak profesi di luar sana, usahakanlah untuk memilih yang paling mendewasakan dan yang paling bermanfaat buat sesama. Lalu kalau kalian nanti sudah bekerja, jangan puas jadi pegawai selamanya, tapi punyailah pegawai."
  5. "Memang impian bisa jadi nyata tapi yang nyata bisa jadi hampa."
  6. "....Dulunya ulat yang lemah dan jelek kini jadi rama-rama bersayap indah. Sesuatu itu bisa indah pada waktunya."
  7. "Jangan takut pada manusia. Dunia itu rata, di atas langit, di bawah tanah. Yang membatasi kita atas dan bawah itu cuma langit dan tanah. Semua kita sama. Kenapa takut?"
  8. "...innamaal yusri yusra. Bersama setiap kesulitan itu ada kemudahan."
  9. "Kita tidak perlu mengharapkan tepuk tangan dan pertemanan yang bersekongkol, lebih baik kita sendiri di jalan yang terang."
  10. "Kalau kau ragu untuk terus jadi wartawan, ya jangan terus disini. Percuma. Udah tenaga habis, gak kaya-kaya pula. Tapi bagiku, jurnalistik adalah jalanku, passion-ku, mengalir di urat darahku. Bahkan sudah mulai mencandu. Bagiku gaji itu nomor dua. Yang utama apakah hatiku sejalan dengan pekerjaan. Kepuasan batin."
  11. "Finding your passion at work."
  12. "A couple who travel together, grow together."
  13. "Find what you want to do and do it. Temukan apa yang ingin kamu lakukan dan lakukan itu."
  14. "Love what you are doing. Cintai apa yang kamu lakukan."
  15. "Sidney Sheldon berbagi resep kesuksesan bekerja adalah ketika kita jatuh cinta dengan apa yang kita kerjakan. Sampai kita asyik masyuk mengerjakannya. Sampai lupa diri dan waktu. Sampai tidak pernah melihat jam dinding. "When you love what you are doing, you do not look at the clock. It is just wonderful."
  16. "Resep dia yang lain adalah "give yourself more than expected." Memberikan sesuatu lebih dari yang diharapkan. Kalau perlu bangun jam 4 subuh untuk mulai bekerja. "No way you can not go to the top." Aku mengangguk-angguk. Resep ini sejiwa dengan man jadda wajada dan i'malu fauqa ma amilu seperti yang aku pelajari dulu di PM dulu."
  17. "Carilah pekerjaan yang kamu cintai dan kamu tidak akan pernah lagi bekerja satu hari pun sepanjang hayat."
  18. "Hidup ini seni menjadi. Menjadi hamba Tuhan, sekaligus menjadi penguasa alam. Kita awal mulanya makhluk rohani, yang kemudian diberi jasad fisik oleh Tuhan dengan tugas menghamba kepada Dia dan menjadi Khalifah untuk kebaikan alam semesta. Kalau kedua peran ini bisa kita jalankan, aku yakin manusia dalam puncak bahagia. Berbakti dan bermanfaat. Hamba tapi Khalifah."
  19. "I have to go the extra mile."
  20. "Kalau di pesantren kami diajarkan nasihat Nabi yang bilang: khairunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bernamfaat buat orang lain. Nah bermanfaat kan bisa pakai apa saja yang kita punya. Bahkan tersenyum saja sudah manfaat untuk menyenangkan hati orang yang melihatnya. Manusia yang bermanfaat adalah manusia yang terbaik. The most succesful person. "
  21. "An nasu a'dau ma jahilu. Manusia itu musuh terhadap apa yang dia tidak tahu."
  22. "Lif. Jangan bermain-main dengan hati perempuan. Hatinya dalam dan sensitif, bisa menghanyutkan dan menenggelamkan. Tapi juga tangguh, bisa menguatkan, menumbuhkan, dan menjelmakan mimpi-mimpi kita. Hati perempuan bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan apa yang pernah singgah di pedalaman hatinya. Kalau tidak serius, jangan main-main."
  23. "Aku percaya dengan man yazra' yahsud. Siapa yang menanam, akan menuai."
  24. "I am always a student at heart. My main interest is research and the history of knowledge. Katanya ketika aku tanya bagaimana dia bisa tahu begitu banyak hal. Seorang profesor yang selalu merasa dirinya seorang murid."
  25. "Mungkin pekerjaan yang aku cintai itu sebetulnya menuntut ilmu. Mungkin tujuan yang ingin aku tuju itu adalah ilmu, dan jalan yang aku lalui adalah belajar. Belajar dari buaian sampai liang lahat. Itu doktrin yang aku dapatkan di Pondok Madani dulu."
  26. "Jangan menunda-nunda sesuatu yang penting, karena kalau hilang, bisa hilang selamanya. Yang ada hanya penyesalan yang akan hadir selamanya."
  27. "War is not the answer."
  28. "...dunia perkawinan adalah dunia berbagi dan saling mengerti. Bukan dunia meminta dan berharap."
  29. "Saatnya untuk i'timad ala nafsi. Harus bertopang pada diri sendiri dan Yang Mahakuasa."
  30. "Allah tahu yang terbaik. Yang kita kira baik, belum tentu baik buat kita."
  31. "Kehilangan memang memilukan. Tapi kehilangan hanya ada ketika kita sudah merasa memiliki. Bagaimana kalau kita tidak pernah merasa memiliki? Dan sebaliknya kita jangan terlalu merasa memiliki. Sebaliknya, kita malah yang harus merasa dimiliki. Oleh Sang Maha Pemilik."
  32. "Pada hakikatnya, tidak ada satu pun yang kita miliki. Segalanya di dunia ini hanya pinjaman. Bahkan kita meminjam waktu dan nyawa kepada Yang Kuasa. Hidup, raga, roh, suami, istri, orangtua, anak, keluarga, uang, materi, jabatan, kekuasaan. Semua adalah titipan sementara. Pemilik sebenarnya cuma Dia."
  33. "Bahkan rasa cinta itu sendiri adalah titipan-Nya. Tentu tidak ada salahnya mencintai dan mengambil tanggung jawab. Tapi kita harus siap dan sadar sepenuhnya, bahwa Sang Pemilik setiap saat bisa meminta kembali milik-Nya. Karena itu kenapa harus merasa sangat memiliki?"
  34. "Dalam hidup itu ada tiga manusia terdekat. Orangtua, pasangan, dan anak. Semuanya diberikan sebagai takdir. Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh ibu mana. Kita juga tidak akan pernah bisa memilih mendapatkan anak yang seperti apa. Tapi, kita masih mungkin memilih pasangan kita. Walau jodoh di tangan Tuhan, tapi kita diberi kesempatan untuk berupaya keras mendapat pasangan terbaik." 
  35. "Di balik setiap kesuksesan laki-laki, pasti ada sosok perempuan yang hebat. Pilihlah perempuan terbaik. Karena dia yang mengingatkan dan menguatkan kita kaum lelaki. Dan kalau nanti dianugerahi anak, perempuan pulalah yang menjadi madrasatul ula, sekolah pertama setiap anak manusia."

Itulah kutipan-kutipan yang memotivasi dan juga bermanfaat yang bisa diambil hikmahnya buat para pembaca sekalian. Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat, Aamiin..^^

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;